Sigap86.id | Muara Enim — Meningkatnya suhu udara dan kondisi cuaca yang semakin panas mendorong Pemerintah Kecamatan Lubai Ulu untuk kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kebakaran di kawasan permukiman.
Camat Lubai Ulu, Taufik Azrula, S.Sos, menegaskan bahwa musim kemarau yang tengah berlangsung saat ini berpotensi besar memicu terjadinya kebakaran, terutama di wilayah dengan banyak semak belukar, lahan kosong, maupun tumpukan sampah kering yang mudah terbakar.
Ia meminta seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terlebih di tengah kondisi cuaca yang kering dan suhu yang cenderung tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Hindari segala bentuk pembakaran, baik itu membakar sampah, membuka lahan, maupun membersihkan kebun dengan cara dibakar. Kondisi saat ini sangat rentan menimbulkan titik api,” tegasnya.
Menurut Taufik, potensi kebakaran akan semakin besar apabila kondisi panas ekstrem disertai dengan hembusan angin kencang. Hal ini dapat menyebabkan api cepat menyebar dan sulit dikendalikan, sehingga berisiko menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Ia juga mengingatkan bahwa kebakaran tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan warga, merusak rumah, lahan perkebunan, serta aset lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Jangan sampai niat membersihkan lahan justru berujung pada bencana. Api yang kecil bisa dengan cepat merambat dan sulit dipadamkan dalam kondisi kering seperti sekarang,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Lubai Ulu berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran, demi menjaga keselamatan bersama serta kelestarian lingkungan di wilayah tersebut. (Dedi H)
















