Sigap86.id | MUARA ENIM – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Izzatul Qur’an yang berlokasi di Desa Sumber Asri, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Selasa (18/8/2026). Kunjungan istimewa dari jajaran masyayekh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah antarpondok pesantren lintas daerah.
Kegiatan yang mengusung tema “Silaturahim Para Masyayekh” ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen antarulama, tetapi juga memperkuat jaringan kerja sama pendidikan Islam antara pesantren di Jawa Timur dan Sumatera Selatan.
Rombongan Ponpes Al-Amien Prenduan dipimpin oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA, KH. Khoiri Husni, Kiai Bagus Amirullah, Nyai Hj. Kinanah, Nyai Hj. Zahrotul Wardah, serta Nyai Hj. Umniyatul Istiqlaliyah. Kehadiran para masyayekh tersebut disambut antusias oleh para santri, pengurus yayasan, serta tokoh masyarakat setempat.
Pimpinan Ponpes Izzatul Qur’an, KH. Umam Patjri, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan para ulama dari Madura. Ia menilai silaturahmi ini menjadi energi positif bagi seluruh civitas pesantren, khususnya dalam meningkatkan semangat santri dalam menghafal Al-Qur’an dan memperdalam ilmu agama.
“Ini merupakan kehormatan besar bagi kami. Kehadiran para masyayekh tidak hanya mempererat hubungan persaudaraan, tetapi juga menjadi motivasi bagi para santri untuk terus berprestasi dan istiqamah dalam menuntut ilmu,” ujar KH. Umam.
Selain seremoni penyambutan, kegiatan juga diisi dengan diskusi keilmuan dan tukar gagasan terkait pengembangan sistem pendidikan pesantren yang adaptif terhadap tantangan zaman. Para masyayekh berbagi pengalaman dalam pengelolaan lembaga pendidikan, termasuk strategi membangun karakter santri yang unggul secara spiritual dan intelektual.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi berkelanjutan antara kedua pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran pesantren sebagai pilar utama dalam membangun generasi Islam yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kemajuan pesantren di seluruh Indonesia serta keberkahan bagi para santri sebagai generasi penerus bangsa.
(Dedi H)
















