Sigap86.id | Lubai Ulu, Muara Enim — Upaya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau terus dilakukan dengan berbagai cara. Di Desa Sumber Mulia, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, pemerintah setempat bersama unsur TNI memilih memperkuat ikhtiar spiritual dengan menggelar salat istisqa dan doa bersama.
Kegiatan yang berlangsung di lapangan sepak bola desa pada Kamis (10/9/2026) tersebut dihadiri oleh kepala desa, camat, dan Danramil, serta diikuti masyarakat yang antusias memohon turunnya hujan dan perlindungan dari bencana.
Dalam kesempatan itu, para pemangku kebijakan mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, khususnya potensi karhutla yang belakangan mulai menimbulkan kabut asap dan menurunkan kualitas udara.
“Ini adalah bentuk ikhtiar bersama. Kita menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi kondisi alam, sehingga perlu diimbangi dengan doa dan usaha nyata,” ujar salah satu perwakilan pemerintah setempat saat kegiatan berlangsung.
Salat istisqa digelar sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar wilayah Desa Sumber Mulia dan Kecamatan Lubai Ulu secara umum dijauhkan dari bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi di musim kering.
Selain itu, pemerintah desa juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta tetap menjaga lingkungan sekitar guna mencegah meluasnya titik api.
Sementara itu, Mansur menyampaikan bahwa wilayah Desa Sumber Mulia dan Kecamatan Lubai Ulu saat ini tengah memasuki fase awal fenomena El Nino. Meski belum mencapai puncaknya, kondisi tersebut sudah mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
“Ini menjadi ujian sekaligus pengingat bagi kita semua untuk lebih siap, baik secara lahir maupun batin, dalam menghadapi potensi bencana di musim kemarau,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat, tidak hanya dalam berdoa, tetapi juga dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla di wilayah mereka.
(Dedi H)
















