Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Lampung Timur

40 Hari Wafatnya Buchari bin Muhammad Kasim: Tausiyah Dr.KH. M.Muslih, M.H Tegaskan perjalanan di Alam Barzah Membutuhkan Doa Dari Ahli Waris

14
×

40 Hari Wafatnya Buchari bin Muhammad Kasim: Tausiyah Dr.KH. M.Muslih, M.H Tegaskan perjalanan di Alam Barzah Membutuhkan Doa Dari Ahli Waris

Sebarkan artikel ini

Sigap86.id | LAMPUNG TIMUR — Empat puluh hari telah berlalu sejak wafatnya almarhum Buchari bin Muhammad Kasim, ayahanda Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Lampung Timur, Amir Paisol, S.H. Namun, kepergian sosok orang tua tercinta tidak serta-merta menghapus kenangan, kasih sayang, serta nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskannya kepada keluarga.

​Peringatan 40 hari wafatnya almarhum yang diisi dengan doa bersama dan tausiyah pada Sabtu malam, Kuripan Sukadana (31/10/2026) menjadi momentum penuh makna bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang hadir.

Example 300x600

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang almarhum, tetapi juga sebagai kesempatan memperkuat keimanan dan mengambil pelajaran dari kehidupan.

​Acara tahlilan dan doa bersama ini semakin khidmat dengan kehadiran Sosok Mubalig Muda Lamtim Dr.KH. M.Muslih, S.H.I.,M.H., Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fattah, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, yang hadir untuk ikut bertakziah dan Memberikan tausiyah keagamaan.

​Dalam ceramahnya, Dr.KH. M.Muslih, S.H.I. MH., menyampaikan materi mendalam mengenai Perjalanan kehidupan di alam barzah (alam kubur).

Dengan Gaya Yg Komunikatif dan Humoris sebagai Gaya Khas Ulama NU Muslih Menyampaikan Perjalanan seorang yg wafat meninggalkan alam dunia Menuju Alam Barzah.

Ia menyampaikan bahwa tahapan tahapan perjalanan di alam barzah membutuhkan doa dari Para Ahli waris pada Khususnya dan Para Kaum Muslimin semua.

Pengasuh Ponpes Darul Fattah way bungur tersebut juga mengajak semua Masyarakat Untuk melakukan tiga,(3) amalan ibadah yg mudah namun berdampak Luar biasa untuk Hidup Yakni Bertakziyah, Menjenguk Orang Sakit dan bergembira dengan Lahirnya seorang Bayi.tiga amalan ini menurutnya sangat berpengaruh pada upaya Menjaga Kesehatan, Memperpanjang Umur dan Membuat kehidupan dunia Yang bahagia.

​Melalui pesan keagamaan tersebut, masyarakat yang hadir diajak untuk senantiasa memperbanyak amal kebaikan, menjaga hubungan baik antarsesama, menghormati orang tua, serta meningkatkan kepedulian sosial, mengingat harta dan jabatan di dunia hanyalah titipan semata.

​Suasana haru dan khusyuk semakin terasa ketika sesi doa bersama dilangsungkan.

Seluruh undangan yang hadir dengan tulus memanjatkan doa bersama-sama, memohonkan ampunan dan rahmat bagi almarhum.

Rangkaian doa dari para jemaah dan keluarga yang ditinggalkan merupakan salah satu amal jariyah serta wujud kecintaan yang terus mengalir bagi seseorang yang telah mendahului.

​Bagi Amir Paisol, S.H., dan keluarga, peringatan ini tentu menjadi momen emosional sekaligus penguat hati.

Meski raga telah tiada, nasihat, perjuangan, kasih sayang, dan keteladanan seorang ayah akan tetap hidup dalam ingatan serta menjadi warisan berharga bagi keluarga.

​Lebih dari sekadar tradisi memperingati 40 hari wafatnya seseorang, kegiatan doa bersama ini diharapkan mampu memberikan nilai edukasi spiritual yang mendalam bagi masyarakat—bahwa mengingat kematian adalah pengingat untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperbanyak amal saleh.

Acara ditutup dengan ​Doa’ yang dipanjatkan kepada, almarhum Buchari bin Muhammad Kasim. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan, menerima amal ibadah, melapangkan alam kubur, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.

​Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan dalam melanjutkan kehidupan.
​Aamiin Ya Rabbal Alamin. (Yusuf N)

Example 120x600
https://sigap86.id/dpc-kwri-kota-metro/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *