Sigap86.id | Bogor – Seperti diketahui, kondisi kesehatan terpidana Ferdy Sambo menjadi perhatian saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (2/10/2026).
Petugas pemeriksaan kesehatan Lapas Cibinong, dr Yenny Chandrawaty, mengungkap tekanan darah Ferdy Sambo sempat mencapai 180/110 mmHg saat diperiksa.
Menurut Yenny, kondisi tersebut tidak terlepas dari riwayat hipertensi yang memang telah dimiliki Ferdy Sambo.
“Dia riwayat hipertensi. Dia punya riwayat darah tinggi,” kata Yenny seusai pemeriksaan kepada Kompas.com ketika ditemui di lokasi.
Yenny menjelaskan, Ferdy Sambo selama ini rutin mengonsumsi obat untuk mengendalikan tekanan darahnya, termasuk obat yang tersedia di Lapas Cibinong.
Namun, tekanan darahnya kali ini berada di atas kondisi normal yang biasanya dialaminya.
Salah satu faktor yang disebut turut memengaruhi adalah kurangnya waktu istirahat.
Yenny mengatakan, Ferdy Sambo mengaku kurang tidur pada malam sebelum pemeriksaan.
“Biasanya sih tensinya baik-baik saja. ‘Oh, kok saya tinggi tadi,’ Pak Sambo itu nanya,” ujar Yenny.
Bahkan, Ferdy Sambo sempat meminta pemeriksaan tekanan darah dilakukan secara manual karena merasa tidak yakin dengan hasil alat digital.
“‘Dok, saya minta manual. Coba ulang lagi, Dok. Saya enggak yakin’,” kata Yenny menirukan permintaan Ferdy Sambo.
Selain kurang tidur, Yenny menyebut kondisi psikologis Ferdy Sambo juga diduga sedang terpengaruh karena baru mengalami kedukaan.
Menurut keterangan yang disampaikan Sambo kepada petugas kesehatan, ibunya meninggal sekitar sepekan sebelum pemeriksaan.
“Katanya dia habis kedukaan seminggu yang lalu. Pak Ferdy Sambo bilang ibunya meninggal. Jadi psikisnya kena,” kata Yenny.
Yenny menilai, kondisi berduka dan banyak pikiran dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi seseorang, terlebih Ferdy Sambo sedang menjalani masa pidana di dalam lapas.
Meski demikian, Yenny tidak menyebut adanya masalah kesehatan lain yang terlihat dari kondisi fisik Ferdy Sambo.
Menurut dia, secara umum kondisi tubuh dan berat badan Ferdy Sambo saat diperiksa masih tergolong baik.
Ferdy Sambo diketahui merupakan salah satu warga binaan yang menjalani pidana di Lapas Kelas IIA Cibinong.
Ia merupakan mantan jenderal Polri yang menjalani hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.












