Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Muara Enim

Dugaan Ketidaktransparanan Dana BOS, Kondisi Plafon SMPN 1 Lubai Ulu Memprihatinkan

656
×

Dugaan Ketidaktransparanan Dana BOS, Kondisi Plafon SMPN 1 Lubai Ulu Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

Sigap86.id | Muara Enim – Kondisi bangunan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Lubai Ulu, Desa Karang Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menuai sorotan masyarakat. Selain plafon ruang belajar yang dilaporkan rusak dan jebol, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah tersebut juga dipertanyakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian plafon terlihat rusak parah bahkan berlubang. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas lain seperti perumahan guru juga tampak kurang terawat dan ditumbuhi jamur, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kenyamanan dan keselamatan lingkungan sekolah.

Example 300x600

Masyarakat setempat menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan alokasi Dana BOS yang seharusnya dapat digunakan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Dalam ketentuan, Dana BOS mencakup pembiayaan untuk perawatan fasilitas, termasuk rehabilitasi ringan seperti perbaikan plafon, pengecatan, hingga pengadaan perlengkapan pendukung kegiatan belajar.

Selain kondisi fisik bangunan, dugaan kurangnya transparansi juga mencuat karena tidak ditemukannya papan informasi realisasi penggunaan Dana BOS di lingkungan sekolah. Padahal, hal tersebut merupakan kewajiban yang diatur dalam Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021, yang mengharuskan setiap sekolah menyampaikan laporan penggunaan dana secara terbuka dan dapat diakses publik.

Sejumlah pihak menduga adanya indikasi ketidakterbukaan dalam pengelolaan anggaran, mengingat tidak adanya informasi yang jelas mengenai penggunaan dana tersebut, sementara kondisi fasilitas sekolah terlihat memprihatinkan.

Diketahui, kepala sekolah SMPN 1 Lubai Ulu telah menjabat sejak tahun 2022 hingga saat ini, dengan jumlah siswa yang tergolong cukup banyak, sehingga total Dana BOS yang diterima setiap tahunnya dinilai cukup besar.

Saat tim media berupaya melakukan konfirmasi, pihak sekolah belum memberikan keterangan yang memadai. Penjaga sekolah menyebutkan bahwa kepala sekolah sedang tidak berada di tempat. Sementara itu, saat ditemui di ruang kerjanya, bendahara sekolah terkesan enggan memberikan penjelasan.

Pada kesempatan terpisah, kepala sekolah menyatakan bahwa papan informasi Dana BOS sebenarnya tersedia. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum dapat menunjukkan keberadaan papan informasi tersebut kepada tim media.

Hingga kini, masyarakat berharap adanya klarifikasi dari pihak terkait serta peningkatan transparansi dalam pengelolaan Dana BOS, agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran dan berdampak pada perbaikan fasilitas pendidikan. (Dedi H)

Example 120x600
https://sigap86.id/dpc-kwri-kota-metro/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *