Sigap86.id| Sukadana, Lampung Timur – Pengajian Akhirussanah atau selapanan Jam’iyyah Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyyah (TQN) sukses digelar di Pondok Pesantren Darussalamah III, Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, Selasa malam (10/02/2026). Kegiatan keagamaan ini diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah dengan penuh kekhusyukan.
Pengajian akbar tersebut diisi dengan rangkaian dzikir bersama, pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, talqin dzikir, serta tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh KH Syamsudin Thohir dari Kota Metro.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh agama dan masyarakat, di antaranya Pimpinan Bai’at dan Khususiyah TQN KH Ahmad Thoha dari Pondok Pesantren Darussalamah Braja Dewa, Way Jepara, penceramah KH Syamsudin Thohir, Kapolsek Sukadana Kompol M. Faisal, Ketua MWC NU Kyai Abdul Manan, Syuriah NU Kyai Ahmad Syafi’i, Pengasuh Ponpes Darussalamah III Didik Mulyono, S.Sy, Kepala Desa Muara Jaya Edi Sutono beserta perangkat desa, Banser, para santri dan santriwati, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua panitia, Samsul Ma’arif, SE, menjelaskan bahwa pengajian Akhirussanah TQN merupakan kegiatan rutin yang biasa dilaksanakan setiap selapanan atau 35 hari sekali, bertepatan dengan Sabtu Pon. Namun kali ini pelaksanaannya bergeser ke Selasa malam menyesuaikan waktu dan kesiapan panitia.
“Selain dzikir dan manaqiban, kegiatan ini juga diisi dengan prosesi pembai’atan bagi anggota baru TQN. Pembai’atan dipimpin langsung oleh KH Ahmad Thoha dari Pondok Pesantren Darussalamah Braja Dewa, sementara tausiyah disampaikan oleh KH Syamsudin Thohir dari Metro,” ujarnya.
Ia menambahkan, inti dari pengajian Akhirussanah TQN adalah penguatan spiritual (tazkiyatun nafs), perbaikan akhlak, serta mempererat tali silaturahmi antar ikhwan dan jamaah thoriqoh.
Dalam tausiyahnya, KH Syamsudin Thohir menyampaikan bahwa jamaah yang istiqamah mengamalkan dzikir dan mengikuti thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyyah termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Menurutnya, amalan tersebut memiliki sanad keilmuan yang jelas, tersambung hingga Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, Rasulullah SAW, bahkan sampai kepada Allah SWT.
Ia juga menyoroti fenomena maraknya kelompok yang memusuhi praktik dzikir dan manaqiban. Hal itu, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam dalam menjaga tradisi amaliah yang telah diwariskan para ulama.
“Jika tidak dijaga, amalan dzikir dan manaqiban bisa terkikis oleh zaman. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk menyiapkan generasi muda agar tetap mengamalkan dzikir dan thoriqoh yang mu’tabar serta memiliki sanad keilmuan yang jelas,” tegasnya.
Pengajian Akbar Akhirussanah TQN di Ponpes Darussalamah III berlangsung tertib dan penuh khidmat hingga akhir acara. Para jamaah berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana pembinaan rohani dan penguatan ukhuwah Islamiyah.
(Wahyu)

















