Sigap86.id | Purbolinggo, Lampung Timur – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akhirnya turun langsung meninjau ruas jalan yang rusak parah di Kecamatan Purbolinggo, Senin (16/2/2026). Kunjungan ini dilakukan setelah kondisi jalan tersebut viral di berbagai platform media sosial dan menuai keluhan luas dari masyarakat.
Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) mendatangi langsung titik-titik kerusakan di sejumlah desa, termasuk wilayah Tegal Gondo dan sekitarnya. Jalan tersebut merupakan akses penting menuju pusat perkantoran kabupaten sekaligus penghubung antar-kecamatan.
Sudarto, warga setempat, mengungkapkan kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan sangat menyulitkan aktivitas masyarakat.
“Pengendara motor maupun mobil kesulitan melintas karena lubangnya dalam dan licin, apalagi saat hujan,” ujarnya.
Menurut warga, kondisi jalan semakin parah akibat sering dilintasi kendaraan bermuatan berat di atas 10 ton. Situasi ini memicu kekhawatiran, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri, ketika arus kendaraan diprediksi meningkat.
“Terakhir dibangun tahun 2021, setelah itu belum ada perbaikan berarti. Kami sudah jenuh menunggu,” tambah Sudarto. Ia menilai jalan yang layak akan berdampak besar bagi perekonomian warga, khususnya distribusi hasil usaha serta akses anak-anak menuju sekolah.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Ella tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga ikut bergotong royong bersama warga menimbun jalan berlubang dengan batu. Pemerintah daerah turut mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk penanganan darurat.
“Kami berterima kasih karena masyarakat menyampaikan keluhan melalui media sosial. Informasi itu sangat membantu kami melihat langsung kondisi di lapangan,” kata Ella.
Ia mengakui kerusakan jalan juga dipengaruhi oleh mobilitas kendaraan bermuatan berat (overload).
“Apapun penyebabnya, pemerintah tetap bertanggung jawab. Saya secara pribadi meminta maaf kepada masyarakat Kecamatan Purbolinggo atas ketidaknyamanan ini,” tegasnya.
Bupati menambahkan, pemerintah daerah akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dan dunia usaha dalam pembangunan ke depan. Selain itu, aturan terkait batas tonase kendaraan yang melintas di jalan kabupaten akan dibahas melalui rapat koordinasi lintas pihak.
“Kapasitas jalan kabupaten ada batasnya. Jika ada kendaraan melebihi tonase, tentu harus ada solusi dan penegasan aturan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ruas jalan Tanjung Kusuma–Bumijawa sepanjang 13,8 kilometer telah masuk dalam anggaran APBD 2026 dan akan direalisasikan tahun ini. Pemerintah daerah mengalokasikan dana sekitar Rp40 miliar yang telah disahkan bersama DPRD untuk perbaikan jalan secara menyeluruh.
“Di masa kepemimpinan saya, kami serius membangun. Setelah melihat langsung, memang kondisinya parah, wajar jika masyarakat marah,” tutup Ella.
Dalam agenda tersebut turut hadir Kepala Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Asisten I Setda, Camat Purbolinggo Amir Hamzah, para kepala desa se-Kecamatan Purbolinggo, tim Unit Reaksi Cepat (URS) Dinas PUPR, serta unsur TNI-Polri untuk pengamanan.
(Wahyu)

















