Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metro

SISWA SMPN 3 METRO TERSENGAT KABEL LISTRIK, SEMPAT TAK SADARKAN DIRI DAN MASUK ICU

58
×

SISWA SMPN 3 METRO TERSENGAT KABEL LISTRIK, SEMPAT TAK SADARKAN DIRI DAN MASUK ICU

Sebarkan artikel ini

Sigap86.id | METRO – Keselamatan peserta didik di Kota Metro kembali menjadi sorotan. Seorang siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Metro berinisial MDZ dilaporkan tersengat listrik saat mengikuti kegiatan di Lapangan Basket Rumah Asisten Wedana, Selasa (22/9/2026).

Insiden tersebut bukan perkara sepele. MDZ disebut sempat tidak sadarkan diri selama sekitar tiga jam sebelum mendapatkan perawatan lebih lanjut di RSUD Ahmad Yani Metro dan kemudian menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Example 300x600

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian terjadi ketika sejumlah siswa tengah melakukan latihan persiapan lomba senam. Kondisi saat itu dilaporkan sedang hujan sehingga permukaan lapangan dalam keadaan basah.

MDZ diduga tersengat setelah menginjak kabel listrik yang bagian pelindungnya disebut telah terkelupas.

Jika informasi tersebut benar, muncul pertanyaan serius: mengapa kabel dengan kondisi yang diduga membahayakan berada di area yang digunakan siswa untuk beraktivitas, terlebih dalam kondisi hujan?

SEMPAT TAK SADARKAN DIRI

Seorang staf RSUD Ahmad Yani Metro berinisial F membenarkan MDZ dibawa ke rumah sakit pada 22 September 2026.

Menurut F, saat tiba di rumah sakit, kondisi siswa tersebut cukup serius dan dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Parah, sekitar tiga jam tidak sadar. Setelah itu masuk ICU,” ujar F.

MDZ kemudian menjalani perawatan hingga akhirnya diperbolehkan pulang pada 24 September 2026.

Namun, hingga Selasa (29/9/2026), siswa tersebut disebut belum kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

SEKOLAH BENARKAN, TAPI KRONOLOGI BELUM TERANG

Salah seorang guru SMPN 3 Metro membenarkan adanya siswa kelas VIII yang mengalami insiden tersengat listrik di kawasan Lapangan Basket Rumah Asisten Wedana.

“Iya, benar. Namun, belum masuk sekolah sampai saat ini,” ujarnya.

Namun, ketika dimintai penjelasan lebih jauh mengenai kronologi kejadian, pengawasan siswa, hingga langkah sekolah setelah insiden, belum diperoleh keterangan lengkap.

Pihak sekolah menyarankan konfirmasi dilakukan kepada wakil kepala sekolah atau kepala sekolah. Saat dikonfirmasi, kepala sekolah disebut sedang tidak berada di sekolah.

Informasi serupa juga disampaikan seorang siswa SMPN 3 Metro yang menyebut korban merupakan siswa kelas 8A.

“Ya, Om. Anak kelas 8A tersetrum di Rumah Asisten Wedana. Ia belum masuk sekolah sampai sekarang,” tuturnya.

KABEL TERKELUPAS DI LOKASI KEGIATAN, SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?

Persoalan kini tidak berhenti pada insiden seorang siswa tersengat listrik.

Yang juga harus dijawab adalah bagaimana kondisi fasilitas tersebut sebelum digunakan untuk kegiatan siswa.

Apabila benar terdapat kabel dengan pelindung yang telah terkelupas dan kabel tersebut berada di area yang dapat diinjak siswa, maka kondisi tersebut patut mendapatkan pemeriksaan serius.

Terlebih, aktivitas berlangsung ketika hujan.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai status kabel, pemilik atau pengelola instalasi, pemeriksaan kelistrikan, maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan lokasi.

Belum diketahui pula secara pasti apakah penggunaan Lapangan Basket Rumah Asisten Wedana merupakan kegiatan resmi sekolah, siapa yang memberikan izin penggunaan lokasi, serta apakah pemeriksaan keselamatan fasilitas dilakukan sebelum siswa beraktivitas di tempat tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang semestinya dijawab secara terbuka agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

DINAS PENDIDIKAN DITUNGGU

Konfirmasi juga telah dilakukan kepada Dinas Pendidikan Kota Metro.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Metro, Didik, saat dihubungi melalui WhatsApp belum memberikan penjelasan substantif terkait kejadian tersebut.

“Waalaikumsalam, lagi takziah,” jawabnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut apakah Dinas Pendidikan telah menerima laporan resmi, melakukan koordinasi dengan sekolah dan keluarga siswa, maupun mengambil langkah evaluasi terkait keamanan fasilitas yang digunakan dalam kegiatan tersebut.

KESELAMATAN SISWA JANGAN MENUNGGU INSIDEN KEDUA

Insiden MDZ seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan sekadar peristiwa yang selesai setelah korban keluar dari rumah sakit.

Sekolah perlu menjelaskan apa yang terjadi, bagaimana pengawasan dilakukan, bagaimana lokasi dipastikan aman sebelum digunakan, serta langkah apa yang telah dilakukan terhadap siswa dan keluarganya.

Pengelola fasilitas juga perlu menjelaskan kondisi instalasi listrik di lokasi dan memastikan tidak ada potensi bahaya bagi masyarakat maupun peserta didik.

Sementara Dinas Pendidikan perlu memastikan setiap kegiatan siswa yang menggunakan fasilitas di luar lingkungan sekolah tetap memenuhi aspek keselamatan.

Sebab, ketika seorang siswa harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan ICU setelah diduga tersengat kabel listrik, pertanyaannya bukan sekadar siapa yang salah.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:

Apakah standar keselamatan sudah benar-benar diperiksa sebelum siswa diperbolehkan beraktivitas di lokasi tersebut?

Dan yang tak kalah penting, jangan sampai evaluasi baru dilakukan setelah korban berikutnya jatuh.

Hingga kini, perkembangan kondisi MDZ setelah diperbolehkan pulang masih menunggu keterangan resmi dari keluarga maupun pihak sekolah. (Rio S)

Example 120x600
https://sigap86.id/dpc-kwri-kota-metro/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *