Sigap86.id | Sumsel — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak doa dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi dampak musim kemarau, terutama ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ajakan tersebut disampaikan saat pelaksanaan salat istisqa dan doa bersama yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual sekaligus seruan kolektif agar masyarakat turut berperan dalam mencegah bencana.
Salat istisqa dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar Provinsi Sumatera Selatan terhindar dari berbagai bencana alam, khususnya karhutla yang dalam beberapa waktu terakhir memicu kabut asap dan berdampak pada kualitas udara.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi kondisi alam. Oleh karena itu, selain upaya teknis di lapangan, diperlukan kekuatan doa dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, Sumatera Selatan saat ini baru memasuki fase awal fenomena El Niño. Meski belum mencapai puncaknya, kondisi tersebut sudah menjadi ujian nyata yang harus dihadapi bersama.
Ia juga mendorong seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat, hingga masyarakat, untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan sinergi dalam mengantisipasi potensi karhutla yang dapat terjadi di berbagai wilayah.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita perbanyak doa, sekaligus tetap waspada dan menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana,” ujarnya. (Dedi H)










